Laman

Berbisnis Dengan Tuhan


Berbisnis Dengan Tuhan
diSebuah rumah kos, 1 September 2014.

Gagal kembali setelah bisnis yang dibangunnya selama 8 tahun di Pulau Situ Gintung, kini berjualan beras pun gagal kembali harapannya mengganti bidang ke percetakan pun mengalami hal yang sama... sepertinya dewi keberuntungan belum datang kepada ku, setelah kegagalan ku pada bisnis mengelola lokasi wisata edukasi di Pulau Situ Gintung aku banyak intropeksi diri, ternyata pengalaman itu pun tidak membuat saya kapok untuk menjalani bisnis kembali, melalui pola yang sama dengan tujuan yang berbeda.

Setelah satu lokasi – dua lokasi mencoba di jadikan mitra, setelah bertemu dengan investor 1 dengan lainnya, akhirnya saya jadi cape sendiri, .. soalnya semuanya hampir disebut gagal, akhirnya saya bertekatd untuk memulai bisnisnya dari yang kecil-kecil dulu sambil menunggu peluang lebih lanjut.

Satu pagi, saya berkunjung ke rumah Amin, Amin melontarkan pernyataan yang membuat saya tertarik. Kata Amin, “lebih baik kamu jadikan Tuhan sebagai mitra bisnis. Pasti kamu sukses, sis..”.

“maksud kamu, Min ?” Saya balik bertanya.

“Iya, selama ini kan kamu cerita mondar-mandr sana-sisni buat cari mitra bisnis, mitra usaha. Tapi yang ada uangmu habis untuk proses pencarian mitra itu sendiri. Kamu lupa, itu kalo ada Dzat yang Maha Kuasa diatas kuasa orang-orang yang kamu anggap hebat tadi”.

Berfikir saya sejenak sambil napak tilas “pikiran” tentang apa yang saya lakukan selama ini, selalu mencari lokasi untuk dijadikan mitra membuat “lokasi outbound” atau mencari investor untuk membuka sekolah “Public Speaking”nya tetapi semuanya Nihil... hm’’’benar juga”, kata saya dalam hati. Saya lupa bahwa selama ini ada Tuhan, Allah yang justru memiliki segala kekayaan para calon mitra bisnisnya.

Allah juga Maha memiliki kehendak. Termasuk terhadap jadi tidaknya bisnis yang saya jalankan.

“Bagaimana saya bisa lupa dengan hal itu ya.. ?” sering kali saya melalaikan sholat, apalagi saat ada kegiatan outbound training yang durasinya dari jam 8 pagi – 5 sore, biasanya waktu sholat zhuhur lewat, ashar bablas sampe maghribnya pun pupus, cuman shubuhny doang biasanya sholat karena sedang memohon agar acaranya lancar, sukses dan peserta datang/pulang dalam keadaan selamat, sehat dan senang, pada saat saya memohon saja saya ingat dengannya tetapi pada saat sudah dapatkan keingingannya lupa deh... maafin saya ya Allah, sadar atau khilaf saya melakukan ini,.. saya menyesal.

Itu baru soal sholat belum lagi soal zakat, sebelum terima uangnya ya berencana akan zakat setelah sudah terima lupa, “nah bisa jadi, itu juga yang membuat rencana-rencana saya tidak mulus. Belum sukses aja udah lupa sama Allah, apalagi nanti sudah sukses ? iya, kan... ?

Betul.. betol.. betull. .. begitu kata upin – ipin.... !

Sekaran, saya mulai sadar. Mitra bisnis yang selama ini dicari, adalah Allah pemilik segalanya yang selama ini dilupakan oleh saya.

Saya bertanya lebih lanjut kepada Amin, “ngomong-ngomong, gimana caranya bermitra dengan Allah ?”
Bermitra dengan Allah itu ada empat cara. Yang Pertama Saya harus ikhlas, tulus untuk meluangkan waktu bersujud menyembahNya, luangkan waktu yang kita miliki untuk Nya jika demikian, maka Allah pun akan meluangkan waktu untuk kita, maka jangan salahkan Allah yang tidak memperhatikan kita, kalo kita pun tidak pernah menyembahnya, jika kita tidak pernah mendapatkan rahmatNya, sulit mendapatkan bantuanNya, hidup menjadi biasa-biasa saja, kering, tanpa curahan kasih sayang dan kepedulian dari-Nya.

Tips :
-          Langsung ambil wudhu jika mendengar suara azan, kalo lagi nanggung (kerja, rapat, atau ngajar), buat alarm dalam pikiran dengan cara “Ya Allah setelah ini selesai hal pertama yang saya lakukan adalah Sholat”, Ingatkan saya ya Allah... kombinasikan dengan Tarikan napas... tahan 5 hitungan sambil ucapkan katan diatas.... setelah itu hembuskan perlahan...

Cara yang Kedua  memilih bisnis yang benar dilakukan dengan benar, dan dijalankan bersama-sama orang yang benar dengan kata lain :
“terkadang, kita tahu kalau bisnis yang kita jalani itu benar adanya, tetapi kita bermitra dengan orang yang kita tahu sumber uangnya berasal dari penghasilan yang tidak halal. Dari korupsi,  misalnya, atau uang modal dari hasil curian. Bagaimana Allah mau membantu ? sedangkan dia tidak suka dengan kezaliman. Apalagi kalau bisnis yang kita jalani bukan bisnis yang halal dan legal.

Ada juga, bisnisnya benar, mitranya kita juga benar, tetapi kita berlaku curang alias membuat aniaya terhadap mitra kerja atau anak buah kita. Atau dengan membantu klien melakukan manipulasi pembayaran dengan mark up, atau mengadakan yang tiada... daripada projectnya ga kita diembat aja dah...

“kalau kita sudah melakukan hal itu dalam arti kita mau shalat, kita pilih bisnis yang legal, dan sehat, kemudian mitra kerja kitapun dari kalangan baik-baik, kita jalankan juga ia dengan cara yang baik, lalu apalagi ?”

Maka cara yang ketiga, yaitu menetapkan tujuan, mau dibawa kemana niat kita. Ketika kita sudah meluruskan niat, kemudian usaha kita berhasil, kesuksesan tersebut tidak akan membuat kita sombong dan lupa diri. Ketika kita sudah meluruskan niat, kemudian usaha berhasil, kesuksesan tersebut akan membuat kita untuk mau berbagi dan peduli dengan orang lain.

Kalau sudah seperti itu, Allah akan menjadi pihak pertama yang akan mendukung kita dari depan, belakang, sampai kanan dan kiri kita. Ia juga akan mengirmkan malaikat untuk menyokong dan mengamankan jalannya cerita kehidupan kita. Dia pun akan menunjukkan cara teraman dan ternyaman bagi kita untuk merengkuh kekayaan dan kesuksesan yang bersih.

Saya pun mengangguk paham. Benaknya menyimpulkan bahwa shalatlah nomor satu, kemudian memilih bisnis yang benar, lalu menjalankannya dengan benar, dan selanjutnya selektif dalam memilih mitra bisnis.

Cara yang keempat... kata amin kepada saya...
“apalagi”...?

Yang keempat, tidak selslau lupa berdoa. Berdoa adalah wujud ketergantungan kita kepaa Allah. Kita dianggap telah berlaku sombong apabila sampai melupakan doa. Hal itu menandakan bahwa kita tidak lagi memerlukan pertolongan Allah. Berdoa buka sekadar pelengkap, melainkan faktor pendukung utama ketika kaki mulai terjejak  kedunia bisnis, dalam kehidupan berdoalah di awal, ditengah, dan diakhir kegiatan bisnis.
Hmm... pertemuan yang mengesankan padahal awalnya saya mau dia ikut kegiatan outbound saya di Hotel Rancamaya, terima kasih Amin, saya tidak menyangka kalau amin bisa menasihati saya, terima kasih Amin mau memberi sesuatu yang lebih berharga dari uang.

Ternyata nasihat itu tidak hanya datang
Dari orang yang berpengalamanan,
Lebih tua atau orang tua kitas sendiri
Nasihat datang dari teman, anak buah, mitra
Bahkan dari alam pun dapat terjadi
Memaknai setiap kejadian untuk dijadikan
Pelajaran jauh lebih baik.

Salam...

Isharyadi
www.eksisna.com


Anda Adalah ROTI.... ?


TES ROTI PANGGANG
Mungkin pertanyaan bagus yang perlu Anda ajukan mengenai produk Anda atau gaya hidup Anda adalah : apakah produk dan gaya hidup Anda lulus tes roti panggang ?

BAGIAN 1 : REAKSI MAILLARD
Advance Glycation End-product (AGE) tidak terbentuk tanpa tiga komponen ini : gula, protein dan temperatur tinggi. Temperatur tinggi menyebabkan molekul gula menyatu dengan peptida protein dan hasilnya adalah AGE. Dan ingalah bahwa AGE adalah senyawa oksidatif yang beracun, korosif dan berbahaya karena memakan dan menghancurkan sel, organ dan sistem yang sehat.

Gula, proten dan temperatur tinggi. Ketika tiga komponen tersebut berkumpul bersama maka konsisinya tepat untuk pesta AGE dan kesehatan Anda menjadi korban. 

Reaksi kimia antara gula, protein dan temperatur tinggi bisa dilihat dengan jelas pada makanan. Contohnya, pikirkanlah mengenai roti tawar. Roti tawar mengandung gula dan protein. Roti tawar biasanya lembut dan kenyal namun sesuatu terjadi ketika kita menambahkan elemen temperatur tinggi. Roti tawar akan berubah warna. Setelah dipanggang, roti tawar akan mengeras dan warnya berubah menjadi coklat.

Apa yang terjadi ? singkatnya, kombinasi dari gula, protein dan temperatur tinggi menyebabkan AGE terbentuk diseluruh permukaan roti tawar.

Ketika kita melihat roti tawar berubah menjadi roti panggang, Anda sebenarnya menyaksikan fenomena ilmiah yang disebut sebagai reaksi Maillard. Reaksi ini mendeskripsikan proses pemanasan, pelelehan dan penyatuan gula dan protein. Dengan kata lain, Anda menyaksikan pembentukan AGEs.

BAGIAN II : ANDA ADALAH ROTI
Sebelum Anda membayangkan olesan selai dan mentega di roti yang baru di panggang tersebut, pikirkanlah ini : reaksi maillard tidak hanya terjadi pada makanan, bahkan reaksi Maillard mendeskripsikan penyatuan gula dan protein dimanapun proses tersebut terjadi. Reaksi Maillard bisa terjadi pada selmbar roti tawar ataupun didalam tubuh Anda.

Jadi bayangkan kembali selembar roti tawar tadi dan bayangkan sebuah pemanggang roti ada disebelahnya. Kita akan membayangkan roti tawar khayalan tadi melewati proses pemanasan sekali lagi, tapi kali ini pikirkanlah mengenai kulit  Anda, atau ginjal Anda, atau miliaran sel sehat didalam tubuh kita. Semua bagian dalam tubuh Anda mengandung gula dan protein, sama halnya dengan roti. Dan sama halnya dengan roti, sel Anda adalah subyek dari reaksi Maillard yang merupakan reaksi pembentukan AGE.

Sama halnya dengan temperatur tinggi yang menyebabkan AGE terbentuk di seluruh permukaan selembar roti tawar yang halus dan kenyal sehingga mengubahnya menjadi roti panggang, temperatur tinggi juga menyebabkan AGE terbentuk pada sel, organ dan sistem kita sehingga menjadikannya lemah, menua (penurunan fungsi) dan rusak.

Ingin contoh lain ? kunjungilah pantai sekali-kali. Disana, anda akan melihat reaksi yang disebabkan oleh sinar matahari pada kulit (kulit berubah warna menjadi coklat atau merah). Ini adalah reaksi Maillard; ini adalah fomrasi AGE pada permukaan kulit.

BAGIAN III : TES ROTI PANGGANG
Morinda adalah pemimpin global dalam riset dan aplikasi anti-AGE selama hampir dua dekade. TruAge Max, produk kebanggan morinda sangat ekslusif, terbukti dalam studi klinis yang terbaru mampu menurunkan level AGE hingga 24 % ketika dikonsumsi setiap hari. Bahkan, studi inilah yang mendorong tim pengembangan produk morinda untuk menciptakan TruAge Core – sebuah lini yang terdiri dari 4 produk untuk mengatasi masalah AGE dari empat sudut yang berbeda.

Salah satu dari empat produk ini, TruAge Skin AGE Therapy Gel, memiliki aplikasi topikal yang spesifik untuk mengatasi efek dari kerusakan AGE terhadap kulit. Produk ini mengandung noni, cherry cornelia, ekstrak daun zaitu, cranberry dan blue berry. Selain itu, produk ini juga mengandung bahan anti AGE seperti carnosine dan ekstrak oat kernel. Kami di Morinda sangat senang dengan produk ini dan kami sangat ingin melakukan uji coba terhadap produk ini.

Para peneliti Morinda memiliki pertanyaan : bisakah AGE Therapy Gel melindungi roti tawar dari pemangang roti yang jahat ? kami menyatakan bahwa AGE Therapy Gel akan melindungi kulit anda dari formasi AGE – Bisakah AGE Therapy Gel melindungi roti tawar ? dengan sepotong roti tawar yang lembut dan kenyal ditangan kami, tim riset kami memutuskan untuk mengoleskan AGE Therapy Gel pada area spesifik di roti tawar dan membiarkan bagian lain tidak tersentuh. Kemudian mereka memaparkan panas langsung kepada roti tawar dalam tungku pemanggang roti.

Setelah itu mereka menunggu.
Hasilnya ternyat sangat mengagumkan dan menggembirakan. Area dimana AGE Therapy Gel dioleskan terlihat dan terasa seperti roti tawar baru. Hal ini membuktikan bahwa area yang dioleskan AGE Therapy Gel sama sekali tidak tberubah warna. Formula anti – AGE yang berkualitas tinggi dan telah dibuktikan dalam AGE Therapy Gel, mencegah terjadinya reaksi Maillard dan AGE Therapy Gel melindungi roti tawar dari AGE’s yang berbahaya.

BAGIAN IV : ROTI ADALAH SIMBOL
Tes roti panggang adalah penjelasan visual yang sederhana mengenai bagaimana AGE Therrapy Gel bekerja. Dalam tes ini, bahan-bahan yang ditemukan dalam AGE Therapy Gel seperti noni, cherry cornelia, carnosisne dan ekstrak oat kernel menciptakan perlindungan terhadap AGEs – menghentikan kerusakan akibat gula, protein dan temperatur tinggi. Inilah cara kerja AGE Therapy Gel untuk menjaga kulit Anda terlihat lembut, sehat dan awet muda dengan elastisitas yang tinggi.

Namun dalam pemahaman yang lebih luas, roti tawar yang kita gunakan untuk tes roti panggang adalah sebuah simbol mengenai bagaimana setiap produk dalam lini produk TruAge Core membantu Anda untuk hidup terlihat dan merasa lebih muda lebih lama.

AGE’s menyerang setiap sel, setiap organ, setiap sistem, setiap sendi, tulang serta otot setiap hari dan setiap saat. Jika tubuh Anda diibaratkan seperti sepotong roti tawar, maka tubuh Anda akan menjadi roti panggang tanpa Anda sadari. Anda membutuhkan bantuan dan TruAge Core adalah lini produk yang tepat untuk membantu Anda.

TruAge Core adalah sistem manajemen AGE yang menyeluruh dan bertujuan untuk mengatasi masalah AGE dari dalam dan luar TruAge Core menghalangi, menghentikan, mengacaukan dan menghilangkan AGE. Dengan kata lain, TruAge Core akan membuat roti tawar Anda tetap lembut dan kenyal.

Jadi, mungkin pertanyaan bagus yang perlu anda ajukan mengenai produk Anda atau gaya hidup anda adalah : apakah produk anda lulus tes roti panggang ?

Pengalaman Peserta Experiential Learning Program


Sebuah cerita nyata tentang pengalaman peserta EL
Diambil dari buku “outbound dari titik nol” karya Agoes susilo JP

Tiba-tiba saja Rani jatuh terduduk dan menangis. Seluruh tubuhnya terasa lemas dan tidak bertenaga. Ada perasaan yang ingin dia lawan tetapi sepertinya dia tidak sanggup. Rasa takutnya tiba-tiba begitu perkasa.  Bukan takut terhadap hantu atau makhluk menyeramkan sejenisnya tetapi takut terhadap perasaannya sendiri ketika dia berada disebuah ketinggian.  Rasa takut terhadap ketinggian sepertinya begitu menjadi-jadi.  Kejadian itu terjadi di sebuah tower untuk melakukan kegiatan rapling.

Rapling itu adalah salah satu jenis aktivitas yang kalau dalam kegiatan outbound training termasuk dalam materi high rope.  Peserta diminta untuk turun dari sebuah ketinggian.  Bisa dari sebuah tower permanen atau sebuah pohon yang diatasnya telah dibuatkan foot step atau semacam tempat untuk istirahat di pohon. Ketinggian kegiatan rapling bervariasi.  Ada yang 5 meter, 8 meter bahkan ada sampai ketingian 12 meter.  Dari atas peserta turun dengan menggunakan sejenis tali yang cukup kuat.  Biasa orang menyebutnya tali karmentel.  Peserta rapling harus memakai tali tubuh atau tali jiwo.  Tali tubuh ada yang ”dibuat” dari tali webbing,  Yaitu sejenis tali yang cukup kuat yang bentuknya melebar sekitar 3 cm dan panjangnya kurang lebih 7 meter. Tali tersebut dililitkan keseputar pinggang dengan teknik khusus.  Kemudian dikaitkan dengan cincin kait atau biasa orang menyebut karabiner.

Tetapi saat ini jenis tali tubuh sudah dimodifikasi.  Sehingga kita tinggal memakainya.  Ada yang model seperti tempat duduk, yang cara memakainya seperti layaknya memakai celana. Biasa orang menyebutnya seat harness.  Ada juga yang lebih lengkap lagi yang bentuknya lebih besar. Cara memakainya seperti memakai baju.  Biasa orang menyebutnya fullbody harness. Dijamin lebih aman dan nyaman.

Rani masih menangis dan baru agak reda ketika salah seorang instrukturnya mengatakan ” oke, mbak Rani tidak usah mencoba dulu ya,  lihat teman-temanya saja.” ternyata ucapan tersebut cukup ampuh.  Paling tidak Rani jadi mulai berhenti menangis dan agak tenang.  Nafasnya perlahan lahan kembali normal. 

Kegiatan rapling hari itu tetap berlangsung.  Kegiatan tersebut sangat bagus.  Selain mengajarkan peserta tentang bagaimana me-manage sebuah keberanian. Kemudian mengambil keputusan. Juga belajar tentang sikap trust atau percaya pada sesuatu.  Kepercayaan dalam hal ini kepada alat atau lebih tepatnya kepada sesuatu.  Dengan modal kepercayaan tersebut akhirnya setiap peserta mau dan percaya diri dalam mengambil keputusan.

Sudah sekitar 15 orang dari 24 peserta sudah melakukan rapling.  Rani yang tadi rencananya menjadi peserta ke 4, tiba-tiba saja mulai bangkit dari tempat dimana dia duduk.  Dan pada saat peserta ke 19 mulai melakukan rapling Rani tiba-tiba saja berkata ” mas,  saya boleh coba lagi ? ” salah seorang instruktur yang mendapat pertanyaan tersebut tersenyum.  Hal itu memang sudah diduga sebelumnya.  Ya, mungkin Rani mulai melakukan semacam modeling.  Kalau orang lain bisa kenapa saya tidak.  Instruktur waktu itu hanya mencoba membantu untuk menumbuhkan hal tersebut yaitu dengan cara melihat dari dekat teman-temannya melakukan rapling.

Ketika ingin mencoba untuk yang kedua kalinya tiba-tiba rasa takut itu hadir kembali.  Rani sempat mulai menangis lagi tetapi dia tidak sempat terjatuh dan duduk lagi.  Kakinya masih mampu menopang tubuhnya.  Perasaan takut tersebut dia lawan dengan sekuat tenaga terlebih lagi teriakan dan kata – kata semangat dari teman-temannya yang sudah berada di bawah tower tidak pernah berhenti “ ayo Rani kamu bisa “ “ Rani...Rani...Rani..” Percobaan kedua gagal.  Dia coba lagi dan coba lagi hingga kurang lebih pada kesempatan ke sembilan dia mulai mampu mengendalikan rasa takutnya. Akhirnya Rani dengan semangat pantang menyerah dan dukungan dari teman-temannya dapat menyelesaikan aktivitas rapling tersebut.  Teriakan yang memotivasi dan  tepuk tangan hampir mewarnai selama Rani melakukan raplingitu.  Dan setelah sampai dibawah Rani tiba-tiba menangis lagi.  Tetapi tangisan yang kedua ini bukan tangisan sedih melainkan tangisan kegembiraan.  Tangisan kemenangan. 

Rani telah belajar sesuatu yang berharga yang mungkin akan selalu diingat selama hidupnya.  Menghadapi tantangan harus dengan percaya diri. Dan rasa percaya diri itu harus dimunculkan dari dalam dirinya.  Manakala masih kurang cukup ”pinjamlah” teman atau orang lain untuk membantu meningkatkannya. Lalu ambil keputusan untuk mencobanya.  Terkadang kita tidak bisa melewati sebuah hambatan dalam kehidupan kita dengan sendirian.  Terkadang obat manjur dan ajaib itu diberikan oleh orang lain disekitar kita.  Mungkin obat itu hanya sekedar ucapan kecil “ ayo kamu bisa kok” atau sebuah teriakan semangat atau hanya sekedar senyuman sambil tepukan di bahu kanan kita.

Menariknya Aktivitas Debrief

MENARIKNYA SEBUAH AKTIVITAS DEBRIEF

DEBRIEF merupakan proses membimbing suatu refleksi pengalaman. Agar bisa belajar dari pengalaman, seorang peserta pelatihan harus aktif merefleksikan pengalamannya dengan mengevaluasi kebaikan atau keburukan, menganalisa keberhasilan maupun kegagalan, melihat ulang akibat-akibat perbuatan atau keputusannya, dan membuat antisipasi hal-hal yang akan terjadi. Dengan cara beginilah, seorang peserta belajar dari pengalaman.

Aktifitas debrief  mengharuskan seorang fasilitator secara aktif membimbing peserta  untuk melibatkan diri secara penuh dalam proses ini. Biasanya debrief dilakukan melalui diskusi terbuka yang diharapkanakan menghasilkan pembelajaran dari pengalaman peserta. Peserta akan mengungkapkan pemikiran-pemikiran mereka terhadap berbagai hal menyangkut kelompoknya dansedikit demi sedikit apa yang dia pikirkan, bahkan yang dikuatirkan, bukan lagi cara pandang individu tetapi akan menjadi cara pandang kelompok. Debriefing yang baik akan menghasilkan komitmen –baik kelompok maupun pribadi- yang merupakan sikap mental bilamana mereka di masa mendatang menghadapi permasalahan serupa, meski dalam bentuk dan situasi yang berlainan.

MENGAPA DEBRIEF PERLU DILAKUKAN?
Bila tujuan utama pelatihan outdoor adalah untuk memberi ruang bagi peserta belajar dari pengalaman tentang pemahaman diri maupun hubungan antar personal, maka peran debrief adalah untuk memastikan tujuan ini tercapai dengan cara membantu peserta lebih dekat dengan dirinya dan lebih berperan dalam kelompoknya.  Tanpa debrief, peserta mungkin masih bisa menikmati pengalaman petualangannya, namun cenderung sekedar sebagai unsur fun.  Dia belum tentu mendapat pembelajaran dari pengalamannya tersebut.  Mungkin saja banyak orang yang tertempa oleh pengalaman yang telah mereka lalui, namun tanpa refleksi yang terarah banyak sekali pembelajaran yang hilang. Debrief mengoptimalkan pembelajaran karena mengajak orang-orang men-sharing-kan tanpa malu-malu pikiran-pikiran mereka dan mendapati bahwa banyak orang sependapat dengan pemikirannya.

Dalam pelatihan yang menggunakan media aktifitas bersifat tualang, debrief juga berperan dalam menghadirkan metafor, dalam hal ini aspek-aspek petualangan yang hampir sama (analog) dan ada pada kehidupan nyata. Banyak aspek di dunia petualangan bisa dengan cepat dipelajari dan dialami, misalnya panjat tebing, pendakian gunung, dll. Namun tidak demikian halnya bila menginginkan seorang peserta didik untuk memahami dan ‘mengalami’ aspek-aspek tentang perkembangan pribadi atau efektifitas hubungan antar personal.  Dengan debrief, beberapa aspek pembelajaran yang lebih bersifat ‘abstrak’ lebih mudah untuk dicerna dalam konteks kegiatan nyata.

SIAPA YANG HARUS MELAKUKAN DEBRIEF?
Pada dasarnya, seorang fasilitator kelompok bertanggung jawab atas terselenggaranya aktifitas debrief ini. Fasilitator juga bertanggung jawab terciptanya situasi berdiskusi yang normatif dan nyaman dimana para peserta bisa secara terbuka mengungkapkan opini mereka, setiap orang mendapatkan porsi dan hak bicara yang seimbang, dll.

Namun, seorang fasilitator bisa saja memberikan kesempatan para peserta untuk melakukan debrief mereka sendiri, bilamana -setelah beberapa kali debrief- para peserta sudah lebih berkembang dan kelompok sudah mulai terbiasa dengan aktifitas debrief ini. Hal ini sebenarnya menguntungkan fasilitator karena biasanya peserta lebih bisa leluasa dalam mengungkapkan pendapat mereka. Pada saat seperti ini seorang fasilitator bisa membantu mengarahkan debrief kelompok tersebut dengan sekali sekali mengajukan pertanyaan metaforis, atau pertanyaan yang membantu peserta mengingat kembali beberapa penggalan kejadian yang telah mereka alami yang relevan dengan nilai-nilai yang sedang dicoba untuk dipahami peserta.

KAPANKAH DEBRIEF DILAKUKAN?
Debrief  akan efektif bila dilakukan secara sering dan segera. Debrief  sebaiknya dilakukan segera setelah aktifitas usai dilakukan saat pengalaman masih begitu segar dalam ingatan peserta. Jangan menunda-nunda debrief - kecuali para peserta sudah sangat kelelahan- karena semakin lama proses refleksi ini ditunda semakin besar kemungkinan peserta akan lupa.  Jangan melakukan satu debrief  terhadap beberapa aktifitas yang berbeda karena terlalu banyak pengalaman yang terakumulasi menyebabkan banyak detil peristiwa hilang sehingga debrief akan tumpul. Bila satu aktifitas  membutuhkan waktu yang lama dan banyak hal terjadi sepanjang proses tersebut, misalnya aktifitas Jungle Expedition yang memakan waktu berhari-hari, debrief bisa dilakukan secara periodic dengan membaginya dalam kurun waktu tertentu. 

Debrief  bisa saja dilakukan ditengah proses kegiatan. Hal ini bisa dilakukan bila peserta mengalami kesulitan menyelesaikan suatu aktifitas yang lebih disebabkan pada masalah komitmen atau semangat para peserta sehingga fasilitator merasa perlu melakukan intervensi. Debriefing jangan dilakukan dengan tergesa-gesa. Beberapa ahli bahkan membuat perumpamaan  bahwa lamanya debrief kurang lebih sama dengan lamanya aktifitas. Namun tentu saja tidak harus dilakukan persis selama itu namun perumpamaan tadi memberi gambaran pentingnya proses debrief yang sabar dan hati-hati. 

DIMANA DEBRIEF DILAKSANAKAN?
Melakukan debrief di dekat lokasi kegiatan akan membantu peserta mengingat pengalaman mereka, mendorong mereka lebih bisa menvisualisasi refleksi mereka. Bila mungkin, lakukan debrief di tempat dimana peserta mungkin masih merasakan pertalian antara dirinya dengan kejadian yang baru saja mereka alami, missal debrief  ‘Spider Web’ di samping jarring laba-labanya, debrief High Ropes di bawah pohon di penghujung Flying Fox, atau debrief Rock Climbing di puncak tebing pemanjatan.

Carilah tempat debrief yang special dan agak sentimental. Pada kegiatan ekspedisi dalam pelatihan Mobile Course yang berpindah-pindah, debrief bisa dilakukan di dekat api unggun setelah makan malam. Yang perlu diperhatikan adalah bahwa pemilihan tempat tersebut tidak terlalu bising atau banyak gangguan, misalnya api perapian terlalu besar atau malah sering padam dan terlalu berasap, sehingga merusak konsentrasi peserta.

Bagaimana melakukan debrief yang efektif ? apa itu teori contong dalam debrief ? dan apa saja yang menyulitkan proses debrief ? akan kami kupas tuntas dalam edisi ke tiga.  Sabar ya.

Soel Winarno

Outdoor Trainings Specialist
Anggota Dewan penasehat DPP AELI